Reservasi / Pemesanan Hub. 081 247 134 134 (24 Jam) Atau (0911) 3820126 order@keliling-ambon.id

Sewa Mobil Bulanan di Ambon

Perusahaan anda sedang mencari Jasa Sewa Mobil Bulanan di Kota Ambon ? anda berada di website yang tepat. Sebagai salah satu perusahaan lokal yang bergerak di bidang Jasa Sewa Mobil di Kota Ambon, kami mengerti sungguh bahwa Kendaraan merupakan salah satu faktor yang menunjang aktifitas usaha anda. Kendaraan yang sehat dan prima menjadi sebuah kebutuhan yang tidak dapat dielakan lagi, sehingga pekerjaan anda dapat terbantu dan dapat terselesaikan dengan baik.   Kami telah berpengalaman sebagai perusahaan jasa penyedia persewaan kendaraan di Kota Ambon, dan banyak perusahaan maupun organisasi skala kecil hingga skala besar yang telah bermitra dengan kami hingga saat ini. Tidak hanya kendaraan yang kami berikan, jika perusahaan anda membutuhkan pengemudi, kami pun menyediakan jasa pengemudi yang memiliki pengalaman dan bersertifikasi, sehingga anda pun tidak usah khawatir dengan pelayanan yang kami berikan. Harga yang kami berikan pun bervariasi, tergantung dari jenis kendaraan, tahun pembuatan dan lamanya penggunaan kendaraan, ditunjang dengan sistem pembayaran yang fleksibel serta layanan servis kendaraan berkala, sehingga andapun tidak akan khawatir dengan kondisi kendaraan yang anda gunakan. Tertarik untuk menjadi mitra kami ? silahkan hubungi marketing kami di nomer telepon 0911-3820126 atau di nomer hp 081247134134. Safe and Enjoy Driving With...

Rujak Natsepa

Salah satu wisata Kuliner yang terkenal pada saat anda mengunjungi Kota Ambon adalah Rujak Natsepa. Untuk mencapai lokasi ini, anda harus menggunakan kendaraan umum seperti angkot, ojek ataupun anda bisa menyewa kendaraan roda empat di jasa persewaan mobil yang ada di Kota Ambon, salah satu tempat sewa mobil di Kota Ambon yang cukup terkenal dan terpercaya adalah Media Rental Car. Lokasi tempat berjualan rujak ini berjarak kurang lebih 20 km dari pusat kota Ambon, tepatnya berada diluar Kota Ambon yaitu di jalan Raya Suli, Kabupaten Maluku Tengah. Perjalanan menuju lokasi ini memakan waktu kurang lebih 45 menit, dimana sepanjang perjalanan, anda akan menyusuri pinggiran teluk ambon yang indah, dan setibanya di daerah Natsepa, anda akan melihat jejeran pedagang rujak di pinggir pantai Natsepa, silahkan anda memilih tempat yang menurut anda bersih dan sekaligus anda dapat menikmati indahnya pantai Natsepa. Rujak Natsepa memiliki ciri khas dari bumbunya, dimana cara membuat rujaknya hampir sama dengan rujak-rujak lainnya. Yang menjadi perbedaan adalah bumbu yang digunakan yaitu Gula Merah, dimana Gula Merah yang digunakan bukan terbuat dari Buah Kelapa, namun terbuat dari Buah Aren atau Nira. Selain Gula Merah, pada saat pengolahannya, si pedagang akan menambahkan sedikit irisan Buah Kenari yang menambah cita rasa rujak, sehingga sekali anda mencoba, dijamin anda akan ketagihan. Ingin membawa makanan ini menjadi oleh-oleh ? tidak usah khawatir, anda dapat membungkus bumbu rujaknya dan anda dapat membawa sebagai oleh-oleh untuk dinikmati bersama keluarga. Bumbu rujak Natsepa ini kuat hingga 3 hari, namun setelah anda membeli bumbu rujak ini, disarankan setibanya di hotel, segera simpan bumbu rujak ini didalam lemari pendingin, agar tidak cepat basi dan dapat anda bawa untuk...

Festival Teluk Ambon

Untuk menarik kunjungan wisata di Maluku, Pemerintah Provinsi Maluku mengadakan Festival Bahari Tahunan yang diberi nama dengan Festival Teluk Ambon, atau orang ambon lebih senang dengan menyebutnya dengan istilah Pesta Teluk. Acara ini dikemas dengan ciri khas Maluku yang memiliki ribuan pulau, dimana sebagian besar pencaharian masyarakat Maluku pun berasal dari kekayaan laut, sehingga acara yang diselenggarakan pun bertemakan tentang keindahan maupun kearifan lokal Bahari rakyat Maluku. Salah satu acara yang cukup menarik perhatian wisatawan lokal dan mancanegara atau menjadi acara pamungkas adalah lomba Arumbae Manggurebe yaitu lomba adu kecepatan mendayung perahu dengan lintasan yang cukup panjang. Arumbae Manggurebe ini memiliki filosofi dimana rakyat Maluku mampu mengarungi samudera luas bahkan mampu menjaga keutuhan NKRI walaupun secara geografis Maluku memiliki ribuan Pulau. Selain arumbae manggurebe, festival teluk Ambon ini pun diwarnai dengan berbagai acara menarik lainnya seperti Lomba memancing, Lomba perahu semang, Lomba Fotografi, Festival Kuliner dan lain sebagainya yang masih bertemakan tentang laut. Kegiatan inipun dibanjiri hadiah dengan total ratusan juta rupiah serta diharapkan dengan adanya kegiatan ini mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Provinsi Maluku dan mampu menjaga tradisi kearifan lokal masyarakat Maluku yang hidup dari laut. Anda ingin menyaksikan kegiatan ini dan ingin melihat keindahan Kota Ambon ? segera rencanakan liburan anda, dan hubungi kami untuk membantu anda dalam menyediakan jasa sewa mobil di...

Budaya Pela gandong

Seperti di daerah lain, Kearifan Lokal yang terus diwariskan secara turun temurun di Maluku adalah Pela Gandong. Istilah ini diberikan kepada dua desa atau negeri yang punya ikatan tali persaudaraan, dimana dua negeri atau desa tersebut saling mengakui bahwa kedua negeri tersebut adalah saudara, dan biasanya kedua negeri tersebut masyarakatnya berbeda keyakinan, namun ada pula yang sama-sama menganut keyakinan yang sama. istilah ini lahir dan dikenal sebelum masa kedatangan bangsa-bangsa Eropa untuk mencari rempah-rempah, dimana Maluku pada saat itu dan hingga saat ini terkenal dengan penghasil Cengkeh dan Pala, hingga akhirnya penjajah mulai masuk menjajah Maluku untuk mendapatkan rempah-rempah dan melakukan monopoli perdagangan rempah-rempah. Kedua Negeri yang memiliki ikatan Pela Gandong ini biasanya akan selalu membantu satu dengan yang lainnya apabila : 1. Terjadi bencana alam, perang ataupun kejadian-kejadian yang sangat membahayakan salah satu negeri tersebut. 2. Membangun tempat peribadatan mulai dari mengumpulkan dana swadaya hingga melaksanakan proses pembangunan dengan melibatkan masyarakatnya hingga selesai. Budaya pela gandong ini juga memiliki pantangan yang tidak boleh dilanggar antar kedua negeri yaitu masyarakat asal kedua negeri ini tidak boleh kawin atau mengawini satu dengan yang lain, karena apabila hal ini dilanggar maka menurut kepercayaan adat Maluku maka akan terjadi masalah dalam kehidupan kedua insan tersebut bahkan konon dapat mengakibatkan kematian, karena dianggap telah mengawini saudara kandungnya sendiri. Budaya ini terus dipelihara oleh rakyat Maluku, dan dengan adanya kearifan lokal ini akan semakin mempererat rasa saling mengasihi, menghormati dan menyayangi antar sesama, sehingga diharapkan dapat menambah rasa persatuan dan kesatuan dalam ikatan budaya satu dengan yang...

Gereja Tua Immanuel Hila

Media Rental Car Ambon merupakan Jasa Sewa Mobil di Ambon yang terbesar dan terpercaya, Kami mendapat kepercayaan kembali dari salah satu tour travel sekaligus event organizer ternama di Surabaya, dimana tamu yang akan datang berkunjung ke Kota Ambon tersebut untuk menghadiri kegiatan meeting sekaligus berwisata keliling-ambon. Kami diminta untuk menjadi penyedia jasa transportasi di Ambon dengan menyewakan kendaraan minibus sekelas Innova sebanyak 10 (sepuluh) unit beserta dengan pengemudi nya. Seperti biasa, setelah selesai melaksanakan tugasnya hampir semua tamu meminta untuk mengunjungi lokasi wisata ternama, baik itu wisata sejarah, pantai maupun wisata kuliner. Salah satu tamu meminta kepada kami untuk diantar ke salah satu Gereja Tua di Maluku, Gereja Tua tersebut dikenal dengan nama Gereja Imannuel Hila. Gereja ini berada di Negeri Hila Kaitetu atau berjarak kurang lebih sekitar 35 Km dari Kota Ambon atau sekitar 1 (satu) jam perjalanan lama nya dari Kota Ambon. Gereja ini dibangun pada masa penjajahan Portugis dan VOC atau sekitar tahun 1659, atau sekitar 200 tahun setelah berdirinya Mesjid tua Wapauwe yang berada tidak jauh dari gereja ini. Keunikan dari Gereja ini adalah terdapatnya 2 altar yang berbeda, konon katanya altar yang menghadap ke barat merupakan altar pada masa penjajahan Portugis, dan altar yang menghadap ke timur merupakan altar yang dipakai pada masa penjajahan Belanda. Anda penasaran ingin mengunjungi lokasi bersejarah ini di Maluku ? Segera Hubungi kami sekarang juga, kami akan mengantar anda ke destinasi-destinasi menarik...

Jadwal Kapal Cepat Tulehu – Masohi (Amahai)

Masohi merupakan ibukota Kabupaten Maluku Tengah yang berada di Pulau Seram yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Seram bagian Barat dan kabupaten Seram Bagian Timur. Untuk menuju Masohi diperlukan jasa transportasi laut dari Ambon menuju Masohi dengan menggunakan Kapal Cepat. Ada 2 Kapal Cepat yang melayani rute Ambon – masohi dan begitu juga sebaliknya Masohi – Ambon yaitu Kapal Cepat Cantika Torpedo dan Kapal Cepat cantika Pricillia, dengan tarif yaitu : – Bisnis / Ekonomi : Rp. 135.000 – VIP : Rp. 250.000 (Update Harga terakhir Per Desember 2017) Sedangkan Jadwal Kapal Cepat Dari dan ke Pelabuhan Tulehu Menuju Masohi (Pelabuhan Amahai) setiap harinya ada 2 (dua) jadwal keberangkatan, kecuali Hari Minggu hanya 1x Keberangkatan : DARI KOTA AMBON (TULEHU) KE KOTA MASOHI (AMAHAI) Senin : Kapal pagi (Keberangkatan) 09.00 WIT Tiba 10.30 WIT Kapal Sore (Keberangkatan) 04.00 WIT Tiba 05.30 WIT Selasa : Kapal pagi (Keberangkatan) 09.00 WIT Tiba 10.30 WIT Kapal Sore (Keberangkatan) 04.00 WIT Tiba 05.30 WIT Rabu : Kapal pagi (Keberangkatan) 09.00 WIT Tiba 10.30 WIT Kapal Sore (Keberangkatan) 04.00 WIT Tiba 05.30 WIT Kamis : Kapal pagi (Keberangkatan) 09.00 WIT Tiba 10.30 WIT Kapal Sore (Keberangkatan) 04.00 WIT Tiba 05.30 WIT Jumat : Kapal pagi (Keberangkatan) 09.00 WIT Tiba 10.30 WIT Kapal Sore (Keberangkatan) 04.00 WIT Tiba 05.30 WIT Sabtu : Kapal pagi (Keberangkatan) 09.00 WIT Tiba 10.30 WIT Kapal Sore (Keberangkatan) 04.00 WIT Tiba 05.30 WIT Minggu (Hanya 1x Keberangkatan) : Kapal Siang (Keberangkatan) 11.00 WIT Tiba 12.30 WIT DARI KOTA MASOHI (AMAHAI) KE KOTA AMBON TULEHU Senin : Kapal pagi (Keberangkatan) 07.00 WIT – Tiba Pukul 08.30 WIT Kapal Siang (Keberangkatan) 14.00 WIT...