Reservasi / Pemesanan Hub. 081 247 134 134 (24 Jam) Atau (0911) 3820126 order@keliling-ambon.id

MAMALA  MORELA

Mamala dan Morela merupakan nama dari dua buah kampung (orang Maluku menyebutnya dengan Negeri-red) di Provinsi Maluku, tepatnya di Kecamatan Leihitu Barat Kabupaten Maluku Tengah. Kedua negeri ini adalah negeri yang bertetangga dan berbatasan langsung, walaupun lokasinya di Kabupaten Maluku Tengah, secara geografis kedua negeri ini berada di Pulau Ambon (terpisah oleh laut jika hendak menuju Kabupaten Maluku Tengah). Karena letaknya masih di sekitar Pulau Ambon, maka aktifitas perekonomian masyarakat di kedua negeri ini lebih cenderung ke Kota Ambon daripada ke Kabupaten Maluku Tengah, karena jarak dari kedua negeri ini menuju Maluku Tengah akan memakan waktu yang cukup lama dibandingkan dengan jarak menuju Kota Ambon.

Untuk menjangkau wilayah ini, wisatawan dapat menggunakan kendaraan roda empat, atau dengan mencari terlebih dahulu jasa sewa mobil di Kota Ambon karena letaknya cukup jauh dari pusat Kota Ambon dan medan jalan yang berliku dan menanjak pegunungan Salahatu. Jarak dari Kota Ambon menuju negeri ini sekitar 45 s/d 50 km atau sekitar 1,5 jam perjalanan.

 

Baca : Paket Sewa Mobil di Ambon

 

Di sepanjang perjalanan menuju negeri ini, anda akan menikmati pesona pesisir pantai di Kota Ambon, dan ketika memasuki wilayah telaga kodok, anda akan melihat hamparan pohon sagu, cengkeh, kayu putih dan pala. Tak heran ketika musim cengkeh tiba, anda akan melihat aktifitas masyarakat menjemur hasil kebun mereka berupa cengkeh di pinggir jalan untuk dikeringkan dan dijual kepada pengepul di Kota Ambon.

Komoditas unggulan di negeri Mamala dan Morela selain cengkeh yaitu buah pala. Buah Pala merupakan salah satu rempah-rempah yang dahulu hingga sekarang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi, tak ayal kenapa banyak bangsa asing menjajah Indonesia khususnya Maluku hanya untuk mencari rempah-rempah seperti buah pala. Buah Pala memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi disebabkan karena mulai dari kulit buah pala hingga bijinya dapat dijadikan obat-obatan, kosmetik, rempah-rempah bahkan minuman ringan. Ketika anda tiba di negeri Morela anda dapat mengunjungi salah satu Koperasi Unit Desa yang memproduksi Jus Pala yang merupakan salah satu produk one village one product yang dicanangkan oleh Menteri Koperasi dan UKM RI era Pemerintahan Presiden SBY. Khasiat Jus Pala menurut Bapak Yasin Sialana Ketua KUD Tomasiwa yang juga seorang Pegawai Negeri Sipil yang merintis usaha Jus Pala bersama anggota KUD Tomasiwa, memiliki khasiat menyembuhkan pusing, mual-mual, kelelahan, susah tidur (insomnia) bahkan dapat menambah vitalitas bagi kaum lelaki. Jus Pala ini aman dikonsumsi semua umur dan tidak memiliki efek samping. Pengemudi kendaraan di rental mobil kami pun telah mencobanya, dan sudah dirasakan khasiatnya untuk menyembuhkan kelelahan.

TRADISI PUKUL SAPU MAMALA – MORELA

Tradisi Pukul Sapu Mamala Morela

Tradisi ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya, pada saat 7 hari setelah perayaan Idul Fitri, jika anda berencana untuk berlibur ataupun bertugas sepekan setelah perayaan Idul Fitri, kami sarankan untuk menonton atraksi ini, karena anda akan melihat langsung bagaimana sekelompok pemuda yang bertelanjang dada yang menggunakan penutup kepala mengikuti tradisi pukul sapu ini.

Jangan heran ketika anda berada ketika tradisi ini berlangsung, ribuan orang mulai dari masyarakat sekitar, wisatawan lokal maupun asing berkumpul menjadi satu menyaksikan ritual bersejarah ini. Sebelum atraksi ini dimulai kedua kelompok pemuda dari 2 negeri yang bertetangga ini akan dikumpulkan di rumah adat masing-masing, mereka akan berdoa kepada yang Maha Kuasa dan meminta restu kepada leluhur mereka agar dilindungi dan selamat dari marabahaya apapun.

Setelah selesai melaksanakan ritual adat di rumah adat masing-masing, kedua kelompok pemuda ini berdiri berhadap-hadapan sambil memegang dua ikat lidi, dan menunggu aba-aba berupa bunyi peluit yang ditiup oleh pimpinan adat. Ketika seruling berbunyi kelompok bercelana merah lebih dulu memukul kelompok bercelana kuning.  Begitu pun sebaliknya saat seruling dibunyikan, maka kelompok bercelana kuning yang mendapat giliran untuk menyerang dan memukul kelompok bercelana merah dengan batang lidi yang panjangnya 1,5 hingga dua meter dan diameter pangkalnya mencapai 1-3 centimeter.

 

Baca juga :  Sejarah Patung Martha Christina Tiahahu

Walaupun terjadi aksi pukul / sabet yang menyebabkan kulit di sekujur badan kedua kelompok pemuda ini terluka, mereka satupun tidak merasa kesakitan, justru yang mereka rasakan adalah rasa gatal sehingga mereka justru merasa senang dan berusaha untuk mendapat cambukan dari lawannya dan membalas cambukan kembali kepada lawannya. Sering kali penonton pun terkena cambukan lidi dari pemain, dan yang penonton rasakan tidaklah sama dengan yang dirasakan oleh pemain atau kedua kelompok pemuda tersebut, merka justru akan berteriak kesakitan. Hal ini menurut warga setempat disebabkan karena para pemain sudah didoakan oleh ketua adat masing-masing negeri.

Tradisi Pukul Sapu Mamala Morela ini memang sedikit “ekstrim” namun menyimpan pesan sosial yang terkandung didalamnya yaitu walaupun dalam kehidupan ini kita sering disakiti bahkan oleh saudara sendiri, tetapi kita harus menjalin persatuan dan tidak boleh menyimpan iri atau dendam.

Kirimkan Pesan Anda
Hubungi Kami
MEDIA RENTAL CAR & TOUR AMBON
CV.Media Lintas Sarana Maluku
#LangganannyaPejabat #LangganannyaWisatawan #LangganannyaSelebritis
Kami Menyediakan Berbagai Jenis Kendaraan Dengan Transmisi Matic dan Manual.

Silahkan Tulis Pesan Anda
Powered by