Reservasi / Pemesanan Hub. 081 247 134 134 (24 Jam) Atau (0911) 3820126 order@keliling-ambon.id

Tradisi Pukul sapu atau orang Maluku menyebutnya dengan istilah “Pukul Menyapu” merupakan tradisi turun temurun yang sudah dilakukan sejak zaman penjajahan Portugis atau sekitar abad ke-16

Informasi yang kami himpun dari para tetua adat di negeri Mamala dan Morela mengatakan bahwa tradisi ini dilaksanakan setiap 7 Syawal atau 7 Hari setelah hari raya Idul Fitri yang memiliki akar sejarah perjuangan perang melawan Portugis dan VOC Belanda yang dipimpin oleh Kapitan Telukabessy. Perang tersebut dikenal dengan nama perang Kapaha. Nama Telukabessy dan Kapaha sekarang diabadikan menjadi nama jalan Nasional di Kota Ambon.

Menurut George Eberhard Rumpf atau yang lebih sering dikenal dengan Rumphius yang merupakan sejarahwan asal Jerman yang dahulu bekerja dengan VOC mengatakan perang Kapaha adalah perang ambon yang ke-4 terletak di wilayah jazirah leihitu bagian utara pulau ambon. Rumphius datang ke Indonesia karena terkesima dengan kekayaan rempah Indonesia. Sesampainya di Maluku, Rumpius pun tinggal di Larike, dan semasa hidupnya beliau menjadi saudagar di Hitu, karena ketertarikannya dengan alam di Maluku, beliau menetap disana dan menikahi gadis Ambon, hingga akhirnya Rumphius Buta, namun ditengah kebutaannya dia tidak menyerah, Rumphius banyak menulis dan mengajarkan anak-anaknya tentang Flora maupun Fauna laut (kerang-kerangan) dengan tehnik meraba dan mencium, sehingga karena kepandaiannya tentang tumbuh-tumbuhan dan khasiatnya, ia dijuluki sebagai Ilmuwan atau Peramal Buta dari Ambon

Puncak peperangan di Maluku terjadi ketika penjajah melakukan agresi militernya yaitu selama tujuh hari tujuh malam. Pada tanggal 27 Juli Tahun 1646 VOC berhasil menyerang dari laut dengan meriam kapal, sedang di sekitar Benteng, pasukan Belanda juga terus melakukan tekanan. Pertempuran berlangsung sengit, dalam detik-detik terakhir ketika Benteng tidak lagi bisa di pertahankan, Telukabessy harus mundur guna menyusun kekuatan kembali melawan Belanda.

Benteng kapaha akhirnya jatuh di tangan belanda, dan banyak dari para pejuang yang di tangkap. Kapitan Telukabessy pun diminta untuk menyerahkan diri kepada Belanda serta diminta pertanggung jawabannya atas para tawanan dan perang tersebut.

Dengan Jiwa kapitan maka pada tanggal 19 Agustus 1646 Telukabessy menghadap Komandan Verheijden. Dihadapan Gubernur Gerard Demmer, Telukabessy mengajukan beberapa tuntutan tegas, namun tuntutan tersebut tidak diindahkan oleh Belanda. Hingga pada akhirnya Kapitan Telukabessy digantung 13 September 1646 di Benteng Victoria, Amboina.

Setelah perlawanan Telukabessy berakhir, maka pada tanggal 27 Oktober 1646 Gubernur Gerard Demmer membebaskan pejuang-pejuang kapaha yang telah di tawan selama lebih dari 90 hari lamanya. Pembebasan tawanan perang Kapaha diselingi dengan acara perpisahan, maka pada acara inilah dipentaskan tarian adat yang bernafas sejarah dengan nyanyian lagu-lagu kapata Sejarah. Turut pula serombongan pemuda Kapaha mempertunjukan atraksi Pukul Sapu Lidi, para Kapitan dan malesy larut dalam atraksi ini. Luka-luka berdarah dapat mengingatkan perjuangan berdarah perang Kapaha yang telah berlalu.

Itulah sepenggal kisah dari atraksi Pukul sapu lidi di negeri Morella. Kita dapat menangkap sisi spiritualisme, nasionalisme dan patriotisme dalam satu kultur Budaya. Atraksi ini pun memiliki filosofi yaitu persaudaraan tidak memandang Suku, Agama dan ras, sakit di kuku rasa di daging, yang artinya rasa senang maupun rasa sakit dapat dirasakan bersama demi terwujudnya kehidupan yang harmonis antar sesama.

jika anda berkunjung atau berwisata di kota AmbonĀ 7 Hari setelah hari raya Idul Fitri, maka anda dapat menyaksikan acara ini secara gratis, dan jika anda memerlukan jasa sewa mobil di Ambon yang dapat mengantarkan anda menuju lokasi-lokasi wisata pantai maupun wisata sejarah di ambon, anda dapat menghubungi kami :

MEDIA RENTAL CAR AMBON

Jasa Rental Mobil Di Ambon Aman, Terbesar dan Terpercaya

Jl. Karang Panjang No.57 / 100m Dari Lampu Merah Hotel Mulia Ambon

Telp. 0911-3820126

SMS / WA 081 247 134 134

SMS / WA 0821 9918 9788

Kirimkan Pesan Anda
Hubungi Kami
MEDIA RENTAL CAR & TOUR AMBON
CV.Media Lintas Sarana Maluku
#LangganannyaPejabat #LangganannyaWisatawan #LangganannyaSelebritis

Kami Menyediakan Berbagai Jenis Kendaraan Dengan Transmisi Matic dan Manual.

Silahkan Kirim Pesan Anda, Dengan Menekan Tombol Kirimkan Pesan Dibawah ini :
Powered by