Reservasi / Pemesanan Hub. 081 247 134 134 (24 Jam) Atau (0911) 3820126 order@keliling-ambon.id

Tari Cakalele – Indonesia kaya akan budaya, seni, adat istiadat dan kearifan lokal yang perlu dilestarikan. Salah satu budaya dan seni asal Maluku yang patut dilestarikan adalah Tari Cakalele. Tari cakalele di Maluku lebih dikenal masyarakat dengan tarian perang, yang hingga saat ini masih dipertunjukan ketika menyambut tamu besar kenegaraan yang berkunjung ke Maluku ataupun acara-acara yang bersifat adat yang biasanya dipertunjukan di kampung-kampung atau orang ambon mengenal kampung dengan istilah negeri.

tari cakalele dari Maluku

Tarian ini dibawakan dengan iringan alat musik khas Maluku yaitu totobuang dan bia. Totobuang merupakan alat musik pukul khas Maluku dan Bia merupakan alat musik tiup khas Maluku yang terbuat dari kulit kerang berukuran besar. Tari perang ini dibawakan oleh 30 orang pria dan wanita secara berpasang-pasangan, dimana sang pria memegang senjata tajam sejenis parang dan salawaku atau lebih sering dikenal dengan istilah perisai, sedangkan sang wanita membawa sapu tangan khas maluku atau orang Ambon lebih mengenalnya dengan istilah lenso.

 

Baca Juga : Film Salawaku

 

Pakaian yang digunakan didominasi dengan pakaian berwarna merah yang memiliki arti keberanian, semangat dan patriotisme rakyat Maluku, sedangkan Parang melambangkan harkat dan martabat rakyat yang mesti dijaga. Perisai yang dipegang memiliki arti suatu gerakan melawan suatu sistem pemerintahan yang tidak berpihak kepada masyarakat.

Sejarah Tari Cakalele

Cakalele sebenarnya merupakan gabungan dari dua suku kata yaitu “caka” yang memiliki arti roh halus sedangkan “lele” memiliki arti amarah atau amukan, sehingga secara harfiah cakalele memiliki arti yaitu “roh halus yang sedang marah atau mengamuk”. Menurut beberapa sumber, tari cakalele lahir di masa penjajahan portugis, dimana pada masa penjajahan, masyarakat Maluku bersemangat mempertahankan harkat dan martabatnya dari penjajah dimana dalam kesehariannya, masyarakat Maluku pada saat itu selalu melibatkan roh nenek moyang dalam segala aspek kegiatan yang bertujuan untuk melindungi mereka dan dengan restu leluhur maka apa yang mereka cita-citakan akan tercapai.

Tarian Cakalele Mampu Mengobati Penyakit

Hingga saat ini, di beberapa wilayah di Maluku diantaranya Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, masih mempercayai bahwa tarian ini mampu menyembuhkan penyakit kiriman atau orang Ambon sering mengenal dengan istilah “Panyaki Orang Buat” atau orang di Pulau Jawa lebih mengenal dengan istilah “penyakit kiriman”. Mereka percaya bahwa ada beberapa penyakit yang tidak dapat disembuhkan dengan cara medis, sehingga dengan menggunakan tarian ini, maka akan mengundang roh-roh leluhur untuk membantu mengusir dan menyembuhkan penyakit yang ada di dalam tubuh, dengan menggunakan media pinang dan sirih untuk memanggil roh leluhur yang dipercaya mampu mengobati penyakit yang diderita. Percaya atau tidak, itulah budaya di Indonesia yang ada dan patut kita lestarikan karena kekayaan budaya merupakan warisan dari nenek moyang kita.

Baca Juga : Budaya Pela Gandong

Kirimkan Pesan Anda
Hubungi Kami
MEDIA RENTAL CAR & TOUR AMBON
CV.Media Lintas Sarana Maluku
#LangganannyaPejabat #LangganannyaWisatawan #LangganannyaSelebritis
Kami Menyediakan Berbagai Jenis Kendaraan Dengan Transmisi Matic dan Manual.

Silahkan Tulis Pesan Anda
Powered by