Reservasi / Pemesanan Hub. 081 247 134 134 (24 Jam) Atau (0911) 3820126 order@keliling-ambon.id

Pantai Pintu Kota, Destinasi Wisata Di Ambon Yang Menjadi Favorit Wisatawan

Pantai Pintu Kota – Ambon terkenal dengan wisata pantai dan wisata bawah lautnya yang menakjubkan, salah satu objek wisata di kota Ambon yang paling digemari wisatawan adalah Pantai Pintu Kota. Pantai yang berjarak sekitar 23 km dari pusat kota Ambon atau kurang lebih 35 menit perjalanan dengan menggunakan kendaraan roda empat yang memiliki keunikan tersendiri daripada pantai-pantai di Ambon lainnya. Keunikan yang dimiliki dari Pantai Pintu Kota ini adalah adanya Batu Karang Besar berlubang yang menyerupai pintu, itulah sebabnya lokasi ini dinamakan pintu kota. Untuk menuju lokasi ini wisatawan bisa menggunakan angkutan kota rute Ambon – Airlouw atau Ambon – Seri yang biasanya mangkal di Terminal Mardika Ambon dengan tarif per orang sebesar Rp.7000,- atau jika ingin berwisata keliling kota Ambon, wisatawan dapat menggunakan jasa Rental Mobil Ambon dengan tarif yang disepakati dan pengemudi akan membawa anda berwisata keliling Pulau Ambon atau dapat disesuaikan dengan rute yang anda inginkan, sudah tentu dengan menggunakan Rental Mobil Di Ambon anda bisa menuju berbagai objek wisata di kota Ambon dengan cepat dan yang pasti menyenangkan.   Silahkan Baca : Objek Wisata Di Kota Ambon Sejarah Mistis Pantai Pintu Kota Ambon Menurut Opa Tumansery yang merupakan seorang penduduk lokal Desa Airlouw yang telah berumur 63 Tahun, beliau bercerita bahwa dahulu kala di desa tersebut ada seorang lurah atau orang Ambon menyebutnya dengan Raja yang konon katanya memiliki ilmu tenaga dalam. Karena memiliki ilmu tenaga dalam ini, hingga akhirnya banyak masyarakat yang takut jika bermasalah dengan beliau. Lurah ini memimpin rakyatnya dengan bijaksana dan disegani masyarakat. Suatu hari terjadilah masalah perselisihan di kampung tersebut, sang Lurah dengan bijaksana selalu berusaha melerai perselisihan tersebut dan berusaha meredakan masalah dengan tenang. Sesaat...

Ikan Asap Ambon, Kuliner Khas Ambon Murah Yang Bisa Anda Coba

Ikan Asap Ambon – Orang Ambon Sendiri mengenalnya dengan sebutan Ikan Asar Galala, Merupakan salah satu Kuliner Khas Ambon Murah Yang Bisa Anda Coba untuk kemudian dibawa menjadi oleh-oleh keluarga di rumah ataupun rekan kerja anda. Ambon terkenal dengan komoditi hasil perikanannya yang melimpah, salah satu hasil perikanan yang mudah didapat dan menjadi primadona nelayan di Ambon adalah Ikan Komu, Ikan Tuna, Ikan Cakalang, Ikan Tongkol. Kenapa menjadi primadona nelayan ? sudah tentu karena harga jualnya yang cukup menjanjikan, baik itu untuk pasar lokal maupun pasar ekspor atau pasar internasional. Untuk menjangkau pasar ekspor maka ada kategori ikan yang dapat diekspor dan mesti melewati beberapa pemeriksaan diantaranya ukuran ikan, berat ikan maupun jenis ikannya, sehingga banyak nelayan di ambon yang lebih cenderung menjual hasil tangkapannya kepada pedagang ikan asap, karena mereka menginginkan perputaran uang yang lebih cepat daripada harus diekspor ataupun dijual kepada pengepul ikan.   Proses Pengasapan Ikan Asar Ambon Proses pengolahan Ikan  ini yaitu dengan cara ikan segar yang siap diolah, dicuci, kemudian dibuang isi perutnya, lalu ikan dibelah secara vertikal menjadi 2 bagian, kemudian ditaburi garam secukupnya ada juga yang direndam selama beberapa menit dengan air garam dan terakhir ditusuk dengan sebilah rotan khusus, kemudian diletakan ditungku pengasapan. Menurut Wikipedia Proses Pengasapan ini adalah salah satu cara memasak, memberi aroma, atau pengawetan makanan yang diasapi dengan panas dan asap yang dihasilkan dari pembakaran kayu, tidak diletakan dekat dengan api agar tidak terpanggang atau terbakar. Selain dijadikan oleh-oleh yang dapat anda bawa pulang ternyata ikan ini juga menjadi primadona masyarakat Ambon sebagai makanan lokal yang mereka olah kembali di rumah dengan tambahan variasi bumbu seperti kuah santan, saus sambal tomat, sambal...

Bidan Muslim Pasien Terduga Covid 19 Dibawa Ke Ambon, Didoakan Warga Kristen

Seorang Bidan Muslim Pasien Terduga Covid-19 Dibawa ke Ambon Oleh Tim Gugus Tugas Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maluku Untuk Penanganan lebih lanjut, namun ditengah perjalanan ke Ambon, Ambulance tersebut dicegat oleh beberapa warga yang turut berempati atas kejadian tersebut. Beredar Video yang viral di media sosial bahwa beberapa warga yang mencegat ambulance tersebut mengajak seluruh warga untuk mendoakan sang bidan agar sampai dengan selamat di Ambon dan disembuhkan dari virus yang mematikan ini. Aksi simpati warga terhadap Bidan Muslim Pasien Terduga Covid-19 ini pun menjadi sorotan, karena biasanya yang terjadi adalah warga atau tetangga sekitar dari pasien yang terduga ataupun sudah betul positif terinfeksi virus covid-19 akan takut untuk mendekat bahkan cenderung menghindar dan bahkan ada pemberitaan di suatu daerah yang menyebutkan bahwa pasien yang terduga atau pun yang betul-betul terinfeksi covid-19 cenderung dikucilkan masyarakat sekitar. Baca Juga : Aksi M1R dan Media Rental Car Ambon Semprot Desinfektan Di Liliboi Wujud Tingginya Toleransi Beragama Di Maluku Lain halnya yang terjadi di Kabupaten Seram Bagian Barat Provinsi maluku ini, beberapa warga muslim dan Kristen mendoakan kesembuhan sang bidan yang beragama muslim dan memanjatkan doa di tepi jalan, serta ada pula seorang warga yang membawa karton putih besar bertuliskan “Katong ada Deng Ibu Bidan” yang artinya “Kami ada Bersama Ibu Bidan” Hal ini akan memberikan contoh kepada orang banyak bahwa toleransi beragama di Maluku sangat tinggi dan semua agama bersama-sama untuk saling berdoa dan memberi kekuatan satu dengan lainnya agar bisa terlepas dari wabah yang mematikan ini. “Jangan Takut, Tuhan Beserta Engkau” Kalimat tersebut berulang-ulang dikatakan oleh seorang warga kristen sebelum memulai doa untuk sang bidan yang duduk dibelakang ambulance yang mengenakan pakaian putih dan berjilbab, bermasker dan memakai sarung tangan. Didalam...

Pelabuhan Ambon Gerbang Pintu Masuk Wisata Dan Bisnis di Maluku

Pelabuhan Ambon atau yang lebih sering dikenal dengan nama Pelabuhan Yos Sudarso merupakan pelabuhan dengan tipe kelas 4 yang menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2009 Tentang Kepelabuhanan maka Pelabuhan Ambon masuk kedalam kategori Pelabuhan Utama, dimana Pelabuhan tersebut berfungsi untuk melayani jasa angkutan laut baik dalam negeri maupun internasional dan juga melayani pengangkutan penumpang dan barang dalam jumlah besar dengan area pelayanan antar provinsi. Sebagai Pelabuhan Utama,maka sudah dapat dipastikan bahwa volume persinggahan kapal di Pelabuhan Yos Sudarso semakin banyak dan juga memerlukan lokasi pelabuhan yang luas untuk menampung barang ataupun melayani penumpang dalam jumlah besar. Untuk memperluas kawasan Pelabuhan Ambon tersebut, maka PT. Pelindo 4 Cabang Ambon setiap tahun terus berbenah diri dalam mengelola pelabuhan di Ambon dengan baik salah satunya yaitu melakukan perluasan pelabuhan dengan sistem reklamasi, sehingga dengan diperluasnya kawasan pelabuhan maka akan mempercepat dweeling time atau waktu dari proses dimulainya bongkar muat barang hingga barang dibawa keluar dari Pelabuhan. Pelabuhan Yos Sudarso Sebagai Pintu Masuk Bisnis Menurut informasi yang kami dapat dari PT.Pelindo IV, saat ini Pelabuhan Ambon Yos Sudarso sudah mampu menampung peti kemas hingga sebanyak 125.000 Peti Kemas, namun hal tersebut masih dirasakan kurang karena pertumbuhan ekonomi di Maluku terus meningkat setiap tahun. Untuk itu peambahan sky way pun dilakukan dengan konstruksi yang kuat dan tahan gempa, mengingat Ambon merupakan daerah yang rawan gempa bumi. Bongkar muat Kapal-kapal barang yang bersandar di Pelabuhan Yos Sudarso, setiap hari terus menunjukan grafik peningkatan dan biasanya kontainer-kontainer yang masuk memuat supply bahan-bahan makanan yang berasal dari Jakarta, Surabaya dan Sebagian dari Makassar. Adapula kontainer yang memuat bahan-bahan proyek seperti semen, besi beton, baja ringan hingga...

Kuburan Australia Di Ambon, Wisata Unik Yang Patut Dikunjungi

Kuburan Australia Di Ambon – Berwisata ke pantai atau gunung merupakan suatu hal yang biasa, bayangkan jika anda berwisata ke kuburan, sudah barang tentu yang ada dalam pikiran anda, yang terlintas adalah sebuah lokasi yang menyeramkan dan yang pasti membuat bulu kuduk anda berdiri. Tidak hal nya jika anda ke lokasi yang satu ini, anda akan betah dan anda akan banyak mengambil spot foto karena lingkungannya yang bersih dan asri, ditumbuhi pohon-pohon besar yang sudah berumur ratusan tahun dan diselimuti rumput yang terawat serta teratur tumbuh mulai dari pintu masuk hingga ke lokasi kuburan. Orang Ambon sering menyebutnya dengan kuburan Australia, sebuah lokasi yang berada tidak jauh dari tengah Kota Ambon atau sekitar 10 menit dengan menggunakan kendaraan roda empat atau tepatnya di Jalan Tantui Bawah, merupakan sebuah kompleks pekuburan massal besar untuk para serdadu Sekutu (Australia) yang gugur saat perang dunia ke II melawan serdadu Jepang. Kesan teduh dan asri terlihat sekali ketika anda memasuki lokasi ini, tidak terlihat seperti layaknya Tempat Pemakaman Umum (TPU) Yang terkadang gersang bahkan sering kita lihat sebuah kompleks pekuburan yang tidak terurus sehingga memunculkan kesan angker ketika kita melihatnya. Banyak wisatawan khususnya wisatawan asing yang berkunjung ke kuburan australia ini, selain tujuan mereka berwisata adapula yang sengaja datang untuk mencari lokasi kuburan keluarganya dan tidak jarang pula kami melihat ada wisatawan yang menangis sambil memeluk nisan ketika menemukan lokasi peristirahatan terakhir keluarganya. Silahkan Baca : Objek Wisata Di Ambon   Wisatawan lokal yang berkunjung ke lokasi ini rata-rata pelaku perjalanan dinas yang bertugas ke Ambon yang menggunakan jasa Rental Mobil Ambon, dan mereka pernah mendengar adanya lokasi kuburan Australia, sehingga setelah tugas mereka...

Tari Cakalele : Tarian Perang Asal Maluku Yang Bernuansa Mistis

Tari Cakalele – Indonesia kaya akan budaya, seni, adat istiadat dan kearifan lokal yang perlu dilestarikan. Salah satu budaya dan seni asal Maluku yang patut dilestarikan adalah Tari Cakalele. Tari cakalele di Maluku lebih dikenal masyarakat dengan tarian perang, yang hingga saat ini masih dipertunjukan ketika menyambut tamu besar kenegaraan yang berkunjung ke Maluku ataupun acara-acara yang bersifat adat yang biasanya dipertunjukan di kampung-kampung atau orang ambon mengenal kampung dengan istilah negeri. Tarian ini dibawakan dengan iringan alat musik khas Maluku yaitu totobuang dan bia. Totobuang merupakan alat musik pukul khas Maluku dan Bia merupakan alat musik tiup khas Maluku yang terbuat dari kulit kerang berukuran besar. Tari perang ini dibawakan oleh 30 orang pria dan wanita secara berpasang-pasangan, dimana sang pria memegang senjata tajam sejenis parang dan salawaku atau lebih sering dikenal dengan istilah perisai, sedangkan sang wanita membawa sapu tangan khas maluku atau orang Ambon lebih mengenalnya dengan istilah lenso.   Baca Juga : Film Salawaku   Pakaian yang digunakan didominasi dengan pakaian berwarna merah yang memiliki arti keberanian, semangat dan patriotisme rakyat Maluku, sedangkan Parang melambangkan harkat dan martabat rakyat yang mesti dijaga. Perisai yang dipegang memiliki arti suatu gerakan melawan suatu sistem pemerintahan yang tidak berpihak kepada masyarakat. Sejarah Tari Cakalele Cakalele sebenarnya merupakan gabungan dari dua suku kata yaitu “caka” yang memiliki arti roh halus sedangkan “lele” memiliki arti amarah atau amukan, sehingga secara harfiah cakalele memiliki arti yaitu “roh halus yang sedang marah atau mengamuk”. Menurut beberapa sumber, tari cakalele lahir di masa penjajahan portugis, dimana pada masa penjajahan, masyarakat Maluku bersemangat mempertahankan harkat dan martabatnya dari penjajah dimana dalam kesehariannya, masyarakat Maluku pada saat itu...
Kirimkan Pesan Anda
Hubungi Kami
MEDIA RENTAL CAR & TOUR AMBON
CV.Media Lintas Sarana Maluku
#LangganannyaPejabat #LangganannyaWisatawan #LangganannyaSelebritis
Kami Menyediakan Berbagai Jenis Kendaraan Dengan Transmisi Matic dan Manual.

Silahkan Tulis Pesan Anda
Powered by