Reservasi / Pemesanan Hub. 081 247 134 134 (24 Jam) Atau (0911) 3820126 order@keliling-ambon.id

Gong Perdamaian Dunia Simbol Perdamaian Maluku

Konflik Sosial Di Maluku Sebelum kita membahas tentang Gong Perdamaian Dunia Yang Dibangun di Kota Ambon Maluku, mari kita melihat latar belakang Kota Ambon pada tahun 1999 yang lalu. Pada masa tersebut masyarakat Maluku terkenal dengan toleransinya, namun dalam seketika berubah menjadi lautan darah yang menelan ribuan nyawa melayang sia-sia akibat konflik yang muncul ditengah-tengah masyarakat kota Ambon pada tahun 1999 yang lalu yang dikenal dengan istilah Maluku Berdarah. Pemicu konflik sosial ini berawal dari masalah perkelahian biasa antara 2 orang pemuda yang kemudian meluas menjadi pertikaian 2 kelompok yang juga menurut penelitian para ahli ternyata pertikaian ini disusupi oleh kepentingan politik dengan menggunakan isu SARA sebagai pemicu yang akhirnya memakan korban sekitar 8000 – 9000 jiwa. Angka korban jiwa yang begitu besar mendapat perhatian dunia luar, karena menurut berbagai sumber, jumlah korban jiwa tersebut melebihi jumlah korban jiwa pada konflik Bosnia – Harzegovina.   Maluku Mulai Membangun Perdamaian   Peran serta Pemerintah dan Pemerintah daerah dalam membangun Perdamaian di Maluku akhirnya membuahkan hasil setelah ditandatanganinya Perjanjian Damai di Malino pada bulan Februari 2002, oleh kedua kelompok yang bertikai (dalam hal ini kelompok Muslim dan Kristen). Tokoh yang paling berperan dalam perdamaian ini adalah bapak HM. Jusuf Kalla yang pada saat itu menjabat sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Menteri Koordinator Politik dan Keamanan yang pada saat itu dijabat oleh Soesilo Bambang Yudoyona dan Bapak Da’i Bachtiar yang pada saat itu menjabat sebagai Kapolri. Kedua Kelompok yang bertikai tersebut akhirnya berdamai dan menghasilkan sebelas kesepakatan. Setelah ditandatanganinya perjanjian damai Malino tersebut, masyarakat Maluku mulai bangkit kembali untuk membangun Maluku secara total dengan menjaga toleransi antar umat beragama. Keberhasilan Maluku membangun toleransi antar...

Visit Ambon 2020

Walikota Ambon Richard Louhenpessy telah melaunching kegiatan Visit Ambon 2020 pada Februari kemarin sekaligus membuka Ruang terbuka Publik (RTP) yang berlokasi di Pantai Amahusu Ambon. Kegiatan Launching tersebut dihadiri pula Wakil Walikota Ambon Syarif Hadler yang ditandai dengan pemukulan tifa, penandatanganan prasasti serta meluncurkan kalender event wisata dan budaya tahun 2020. Sebagai salah satu kegiatan atau program unggulan, visit Ambon 2020, Walikota Ambon mengatakan bahwa “kegiatan ini merupakan titik awal pembangunan wisata Maluku, dimana Kota Ambon merupakan ibukota provinsi Maluku yang menjadi pintu masuk untuk menuju beberapa destinasi wisata terkenal seperti Ora Beach di Kabupaten Maluku Tengah, Pulau Banda di Kabupaten Maluku Tengah, Pulau Bair di Kota Tual Dan Danau Rana Di Pulau Buru.” Kalender Event Visit Ambon 2020 merupakan salah satu keseriusan Pemerintah Kota Ambon untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Ambon, dimana setiap bulannya akan digelar event-event menarik yang berciri khas budaya dan kearifan lokal Maluku serta memperkuat posisi Kota Ambon yang baru saja memperoleh Gelar Ambon City Of Music Dari Unesco. Dengan Demikian diharapkan Pendapatan Asli Daerah melalui Pajak retribusi Hotel dan Penginapan Di Ambon serta pajak restoran akan meningkat. Salah satu kegiatan yang telah diselenggarakan pada bulan february kemarin adalah Amboina Underwater Photography Competition yang berlangsung pada tanggal 21 – 23 Februari 2020 kemarin. Rental Mobil Ambon Jika anda tertarik untuk mengunjungi kota Ambon tahun ini,jangan lewatkan beberapa event menarik yang dapat menambah wawasan anda terhadap budaya di Maluku khususnya di Kota Ambon. Jika anda memerlukan jasa sewa mobil di Ambon yang berpengalaman, aman dan nyaman, silahkan menghubungi kami :     Baca Juga : Provinsi Maluku Sukses Dalam Penyelenggaraan Event-bertaraf Nasional Festival Pela...

Rujak Natsepa

Salah satu wisata Kuliner yang terkenal pada saat anda mengunjungi Kota Ambon adalah Rujak Natsepa. Untuk mencapai lokasi ini, anda harus menggunakan kendaraan umum seperti angkot, ojek ataupun anda bisa menyewa kendaraan roda empat di jasa persewaan mobil yang ada di Kota Ambon, salah satu tempat sewa mobil di Ambon yang cukup terkenal dan terpercaya adalah Media Rental Car. Lokasi tempat berjualan rujak ini berjarak kurang lebih 20 km dari pusat kota Ambon, tepatnya berada diluar Kota Ambon yaitu di jalan Raya Suli, Kabupaten Maluku Tengah. Perjalanan menuju lokasi ini memakan waktu kurang lebih 45 menit, dimana sepanjang perjalanan, anda akan menyusuri pinggiran teluk ambon yang indah, dan setibanya di daerah Natsepa, anda akan melihat jejeran pedagang rujak di pinggir pantai Natsepa, silahkan anda memilih tempat yang menurut anda bersih dan sekaligus anda dapat menikmati indahnya pantai Natsepa.   Bumbu Rujak Natsepa Menjadi Idola Rujak Natsepa memiliki ciri khas dari bumbunya, dimana cara membuat rujaknya hampir sama dengan rujak-rujak lainnya. Yang menjadi perbedaan adalah bumbu yang digunakan yaitu Gula Merah, dimana Gula Merah yang digunakan bukan terbuat dari Buah Kelapa, namun terbuat dari Buah Aren atau Nira. Selain Gula Merah, pada saat pengolahannya, si pedagang akan menambahkan sedikit irisan Buah Kenari yang menambah cita rasa rujak, sehingga sekali anda mencoba, dijamin anda akan ketagihan. Ingin membawa makanan ini menjadi oleh-oleh dari ambon ? tidak usah khawatir, anda dapat membungkus bumbu rujaknya dan anda dapat membawa sebagai oleh-oleh untuk dinikmati bersama keluarga. Bumbu rujak Natsepa ini kuat hingga 3 hari, namun setelah anda membeli bumbu rujak ini, disarankan setibanya di hotel, segera simpan bumbu rujak ini didalam lemari pendingin, agar tidak cepat basi dan...

Wisata Kuliner di Ambon

RESTORAN DUA IKAN Salah satu wisata kuliner di ambon yang terkenal dan cukup digemari oleh wisatawan lokal maupun domestik adalah restoran Dua Ikan Ambon. Restoran ini terletak di Jl. Wolter Monginsidi No. 1 Baguala Ambon, atau sekitar 12 Km dari pusat Kota Ambon. Restoran ini meyuguhkan makanan tradisional khas Ambon yang diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan rasa yang cukup memanjakan lidah anda. Makanan yang disajikan disini merupakan aneka makanan laut (sea food) berupa ikan bakar dari berbagai jenis ikan damersal atau ikan yang hidup di dasar laut, ikan damersal mengandung protein yang cukup tinggi yang dapat membantu pertumbuhan pada sel otak dan cukup baik dikonsumsi untuk anak-anak dan dewasa untuk menambah kecerdasan.   Baca Juga : Wisata Pantai Lubang Buaya Morela Di Restoran ini, pengunjung pun dapat menikmati keindahan teluk Ambon, karena di bagian belakang restoran ini sengaja didesain seperti restoran terapung, lengkap dengan kapal buatan, sehingga pengunjung akan dapat merasakan seperti makan didalam kapal. Selain menikmati pemandangan teluk Ambon, pengunjung dapat pula memancing ikan langsung dari Keramba yang disediakan di bagian belakang restoran, sehingga ikan yang akan disantap adalah benar-benar ikan segar. Sambil menunggu masakan siap disantap, pengunjung dapat pula menikmati suguhan musik-musik Ambon secara live, atau pengunjung dapat juga bernyanyi dan memilih lagu yang akan dinyanyikan.       Keunikan lain dari restoran ini adalah, suguhan sambal khas Ambon yang dapat dipilih dengan berbagai rasa yang unik secara gratis tanpa dikenakan tambahan biaya. Bagi anda yang sedang mencari wisata kuliner di Ambon, restoran ini kami rekomendasikan untuk anda, setiap tamu yang kami bawa ke restoran ini, selalu memuji citarasa dan pelayanan restoran ini.   Baca Juga :  Restoran di...

Museum Di Kota Ambon

MUSEUM SIWALIMA AMBON Museum Di Kota Ambon – Provinsi Maluku yang terkenal dengan kekayaan laut dan budayanya  memiliki tempat khusus yang dapat anda kunjungi untuk mengetahui lebih dekat sejarah maluku, budaya maluku, maupun sejarah kelautan di Maluku. Museum tersebut terletak di daerah Taman Makmur atau sekitar 6 (enam) kilometer dari pusat kota Ambon. Museum ini diberi nama Siwalima, arti siwalima sendiri yaitu Siwa yang berarti sembilan yang menggambarkan sembilan kerajaan yang berada di wilayah selatan Maluku dan Lima yang diambil dari bahasa Maluku “Patalima” yang merupakan 5 kerajaan di wilayah utara Maluku. Bahasa Siwalima pun melekat pada lambang pemerintah Provinsi Maluku yang memiliki arti “persatuan dan kesatuan untuk mencapai kesejahteraan bersama”.   Baca Juga : Sejarah Patung Martha Christina Tiahahu     Museum Siwalima ini dibangun di atas bukit yang menghadap ke teluk Ambon, sehingga pengunjung dapat melihat hamparan laut teluk Ambon yang begitu cantik dan enak dipandang mata dari museum ini. Museum Siwalima didirikan pada tanggal 8 November 1973 dan diresmikan kurang lebih 4 tahun kemudian yaitu tepatnya pada tanggal 26 Maret 1977. Awalnya Museum ini hanya 1 bagian saja, namun karena tidak mampu lagi memuat barang-barang bersejarah, akhirnya dibangunlah 1 bangunan tambahan. Bangunan pertama memuat barang-barang kelautan Maluku dan didalamnya terdapat kerangka ikan Paus besar, bangunan kedua lebih cenderung menyimpan barang-barang yang berhubungan dengan budaya Maluku diantaranya barang-barang bersejarah peninggalan bangsa Cina, bangsa Eropa yang pernah memasuki perairan Maluku dan juga barang-barang kerajinan seperti kain tanimbar, pahatan kayu dan ornamen-ornamen khas Maluku lainnya.   Untuk masuk ke dalam museum siwalima, pengunjung dikenakan tarif masuk dengan beberapa kategori, salah satunya adalah tarif untuk wisatawan asing yaitu sebesar Rp. 10.000,- (sepuluh ribu rupiah) namun jika...
Kirimkan Pesan Anda
Hubungi Kami
MEDIA RENTAL CAR & TOUR AMBON
CV.Media Lintas Sarana Maluku
#LangganannyaPejabat #LangganannyaWisatawan #LangganannyaSelebritis
Kami Menyediakan Berbagai Jenis Kendaraan Dengan Transmisi Matic dan Manual.

Silahkan Tulis Pesan Anda
Powered by